[9 Hari di Rumah Sakit] BOCOR


Dokter yang merawatku sejak awal keluar IRD namanya  dr. Umira, Sp. JP FIHA. Dokter yang berparas manis dan cukup nyentrik menurutku. Tubuhnya langsing, berambut panjang bergelombang, dan tak pernah memakai riasan wajah, selain bedak mungkin.

Pagi Hari dengan Selang Oksigen

Pagi Hari dengan Selang Oksigen

Dokter Umira baru melakukan visite esok hari. Setelah semalaman aku kelimpungan kesakitan.

Diagnosa awal yang dokter cantik itu sampaikan adalah asam lambung yang meningkat, membuat gas mendesak paru dan jantung sehingga dada menjadi sesak dan sulit bernafas. Itulah sebabnya beliau memberikan resep beberapa obat oral dan injeksi untuk lambungku yang sedang tidak mau ‘berkompromi’ tersebut.

Dua hari di RS, badanku terasa lebih enak dengan obat-obatan itu. Maklum, dokter juga memberikan vitamin yang dimasukkan lewat infus. Vitamin keluaran sanbe farma itu berwarna kuning. Tapi ketika vitamin itu habis, badanku terasa lemas lagi.

Begitu pun ketika aku ke kamar mandi. Nafasku masih satu-satu. Saat teman-teman dan saudara berkunjung satu persatu pun, nafasku masih belum bisa normal seperti sedia kala. Kalau diambil perbandingan, jika biasanya saat membaca Al-Qur’an aku mampu tak mengambil nafas sampai 2,5 baris, tapi ini, baru ¾ baris saja, nafasku sudah habis. Ngos-ngosan.

Dokter Umira memintaku kembali melakukan cek darah lengkap lagi untuk mengetahui kadar gula dalam darah, fungsi hati, fungsi ginjal, lemak darah, dan dan kandungan elektrolit  dalam tubuh. Tes darah sebelumnya tidak mencantumkan fungsi-fungsi diatas. Saat itu aku harus diambil darah sebanyak 2 kali. Puasa dari jam 10 malam hingga pukul 6, lalu diambil darah, kemudian boleh makan, puasa lagi 2 jam, lalu diambil darah lagi.

Petugas lab buatku sudah seperti drakula saja, mereka mengambil darah orang seenaknya. Begitu pikirku saat itu.

Esok harinya ketika dokter visite, beliau mengatakan, “Semua normal, ibu…  Tapi bagaimana keadaan ibu…?”

“Dada saya sudah tidak terasa sakit, Dok. Hanya saja, ketika saya melakukan aktivitas seperti duduk atau ke kamar mandi, nafas saya jadi sangat payah. Tidak sesak sih… hanya payah dan tersengal.”

“Hm… Coba tes tiroid ya, Bu… Siapa tahu kelenjar tiroid ibu bermasalah. Sebab tiroid juga bisa menyebabkan sesak nafas. Karena kalau dilihat dari foto torax kemarin, paru-paru ibu relatif bersih, koq. Dan tidak menunjukkan adanya pembesaran jantung. Tidak ada masalah,” jawabnya panjang.

“Baik, Dok…”

“Kalau begitu ibu nanti malam puasa lagi ya…”

“Sampai jam…?”

“Sampai diambil darahnya besok pagi,” Kata beliau tegas.

Okelah… Manusia-manusia drakula itu akan mendatangiku lagi besok. Lengan yang mana lagi yang bakal jadi sasaran mereka.

Malam itu, aku tak bisa tidur dengan nyenyak. Paha dan punggungku sakit sekali karena kebanyakan tidur. Aku tak bisa tidur miring ke kiri, kalau miring kekiri nafasku payah. Sedangkan miring ke kenan, paha bagian kanan terasa sangat kaku dan sakit. Dan parahnya, aku bosan terlentang.

Malam itu, lagi-lagi menjadi malam yang cukup lama bagiku.

Pagi Harinya

Pukul 07.00 mbak-mbak berjas lab, bermasker, dan mengenakan hand scoon mendatangi tempat tidurku. “Ibu Emohi?” Tanya salah satu diantara mereka seperti seorang drakula yang siap mengeksekusi korbannya.

“Iya, saya.” Kataku pasrah, sambil melambaikan tangan memberi tahu kepada mereka kalau aku siap dieksekusi  di kasur nomor 2. Maklum… Paviliun itu berisi 2 orang.

Btw, saat itu pasien kasur di sebelahku juga bermasalah dengan lambung. Namun hari itu dia sudah diperbolehkan pulang, sedangkan aku belum. Padahal masuk RSnya aku duluan.

Dengan cekatan kedua perempuan berjilbab itu mengeluarkan alat-alat.  “Tangannya menggenggam ya, Bu.” Pintanya kepadaku. Lalu… Jruuuusss…. Sejurus kemudian, jarum masuk ke pembuluh darahku. “Sudah, Bu. Genggamannya dibuka perlahan.”

Sore hari, saat  dr. Umira, Sp. JP FIHA melakukan visite, beliau langsung berkomentar, “Ibu, ternyata tiroid ibu normal. Apakah ibu masih payah bernafas…?”

“Masih, Dok. Tapi sudah sedikit berkurang dibandingkan beberapa hari yang lalu.”

“Tapi sejauh ini mengapa masih payah, ya…? Sepertinya ada apa-apa dengan jantung ibu. Besok kita tes ECO, mau…?”

“Apa itu…?”

“USG Jantung. Biar kita bisa melihat lebih jauh kondisi jantung ibu. Apakah sesaknya benar-benar dari jantung atau dari yang lain. Sebab kalau melihat paru-paru ibu kemarin, ndak ada masalah. Bersih. Bagaimana?”

Aku yang kala itu sendirian tanpa penunggu, memutuskan untuk mengiyakan saran dokter.

“Kalau begitu, nanti tanda tangan ya keluarganya…” Kata perawat yang menemani sang dokter.

“Iya, Suster. Mungkin sebentar lagi ibu saya datang. Insya Allah segera kesana.”

“Besok kita cari waktunya dulu ya, Bu.” Kata dr. Umira ramah.

Tes ECO

Esok harinya, setelah adzan Ashar, perawat membawaku ke ruang USG dengan kursi roda. Setiba disana, aku diminta untuk berbaring diatas tempat tidur berwarna hijau. Tak lama, dadaku kembali dipasangi kabel-kabel. Tapi tak sebanyak seperti saat tes ECG.

“Sebentar, ya Bu… Tunggu dokter Umira,” ujar perawat yang melayaniku.

“Assalaamu’alaikum Ibu,” sapanya ketika memasuki ruangan.

“Wa’alaikumussalaam, Dokter.”

“Bagaimana kabarnya?”

“Masih satu-satu nafasnya. Hehehe…”

“Kita tes ECO ya, Bu. Untuk mengetahui ada apa dengan jantung ibu.”

Tes Eco Cardiography

Tes Eco Cardiography

Awalnya, dokter memeriksa dada bagian tengah. Dengan sedikit menekan dada bagian tengah dengan alat, beliau mengatakan, “Yang ini tidak ada masalah. Bagus-bagus saja. Degupnya normal. Kerja ototnya juga normal.” Agak lama beliau melihat dada bagian tengah sebelum berpindah ke bagian lain. Beberapa kali kudengar beliau mengambil gambar, entah yang mana saja.

Nah, ketika beliau memeriksa dada kiri bagian bawah, beliau mulai tak berkata-kata. Hanya diam sampai pemeriksaannya selesai.

Beliau hanya berbicara ketika beliau meminta meletakkan tangan kiriku di bawah kepala, lalu aku diminta miring kea rah kiri.

Aku menuruti dengan agak susah payah karena ternyata afasku menjadi lebih berat.

Dokter Umira kembali menekan dada kiri. Beberapa kali rupanya beliau kembali mengambil gambar disana, sampai akhirnya, “Baik Bu, Sudah.”

“Alhamdulillaah…” Ujarku seketika.

“Ibu, ternyata ada kebocoran halus di katup kanan jantung ibu. Yang itu menyebabkan otot-otot jantung disekitarnya melemah. Sehingga ketika yang normal bekerja  dengan gerakan normal, yang lemah ini merasa kesusahan untuk mengikuti ritme. Jadi ibu menjadi sangat payah saat bernafas terlebih ketika melakukan aktifitas.”

“Penyebabnya?”

“Suami perokok?”

“Tidak.”

“Lingkungan merokok?”

“Tidak.”

“Sering merasa lelah dan tidak masuk sekolah?”

“Tidak.”

“Aktifitas sekolah ibu bagaimana?”

“Wah… Jangan Tanya aktifitas sekolah, Dok. Padat… Bahkan 2 minggu sebelum sakit, saya sempat dayung di Kalimas sama murid-murid saya. Dan saya tidak merasa seperti sekarang.”

“Hmm… Agak aneh. Yang jelas, ini bukan bawaan,” Katanya sambil merapikan foto2 hasil bidikan jantungku. “Konsul ke dokter internist untuk mengetahui penyebab mengapa jantung ibu bocor, ya Bu…? Karena… Penyebab nafas ibu yang tersengal itu sudah diketahui, ya itu tadi… adanya kebocoran pada katup jantung sebelah kanan. Sekarang kita cari tahu mengapa sampai terjadi kebocoran itu. Untuk kebocorannya sendiri memang tidak lebar. Insya Allah akan sembuh dengan konsumsi obat. Nah… Agar tuntas pengobatannya, maka saya merujuk ibu ke dokter Atik, dokter Atik itu internist. Mau ya, Bu…?”

 

***
…:: LaiQ ::…
Sidoarjo, 15 November 2014

Ditulis sesempatnya.

Tagged: , , , , , ,

18 thoughts on “[9 Hari di Rumah Sakit] BOCOR

  1. devi mei 19 November 2014 pukul 11:57 AM Reply

    akhirnya ikutan komen rinoo,,
    syafakillah yah.semoga semua kan baik2 saja.
    tetap optimis dan husnudon sama Allah.
    aq tunggu kabar baik selanjutnya.

    Suka

    • Lailatul Qadr 19 November 2014 pukul 12:11 PM

      Aamiin… Aamiin… Aamiin… Jazakillah, Devi untuk do’anya.

      Akhirnya, blog ku disambangi juga. Hehehe…🙂

      Suka

  2. marlindia 18 November 2014 pukul 2:07 PM Reply

    mbak rino, semoga pulih segera ya mbak
    sedih belum bisa jenguk mbak rino😦

    Suka

    • Lailatul Qadr 18 November 2014 pukul 8:27 PM

      Aamiin… Terima Kasih, Ike. Mohon doanya ajha, Ike… Do’a agar pulih seperti sedia kala.

      Suka

  3. ayanapunya 18 November 2014 pukul 9:30 AM Reply

    bisa mendadak gitu ya ternyata

    Suka

    • Lailatul Qadr 18 November 2014 pukul 9:34 AM

      Iya… Itu juga yang masih menjadi misteri dan masih diteliti sama internist…

      Suka

  4. pitaloka89 18 November 2014 pukul 9:04 AM Reply

    Syafakillah mba…

    Suka

    • Lailatul Qadr 18 November 2014 pukul 9:11 AM

      Aaamiin… Aamiin… Aamiin… Jazakillah, do’anya mbak….

      Suka

    • pitaloka89 18 November 2014 pukul 9:13 AM

      Serem juga ya ternyata dari rokok itu, meskipun bisa jadi penyebab sakit mba bukan dari rokok…
      Kalau pas makan diluar atau diangkutan umum ada yang ngerokok, sebegitu pengaruhnya ga ya… kan katanya perokok pasif lebih berbahaya…

      Suka

    • Lailatul Qadr 18 November 2014 pukul 9:32 AM

      Iya, Mbak… Perokok pasif memang lebih berbahaya. Saya gak nyangka dokter akan menanyakan demikian. Sebab saya pikir, kalau ada kebocoran jantung bukan dari ‘lingkungan yang merokok’. Hiiiii… Sereeeem…

      Suka

  5. thetrueideas 18 November 2014 pukul 8:19 AM Reply

    jadi…salah satu suspectnya adalah rokok ya mbak Lei
    hmmm…

    Suka

    • Lailatul Qadr 18 November 2014 pukul 8:40 AM

      Iya… Tapi ‘kan saya sangat minim berinteraksi dengan perokok.

      Suka

    • thetrueideas 18 November 2014 pukul 10:09 AM

      Lalu penyebabnya?

      -eh itu edisi tulisan berikutnya kali-🙂

      Suka

    • Lailatul Qadr 18 November 2014 pukul 12:42 PM

      Hehehehe… To be continued

      Suka

  6. mebigina 18 November 2014 pukul 8:11 AM Reply

    Errrr……nunggu kelanjutannya sampe happy ending dulu ah🙂

    Suka

    • Lailatul Qadr 18 November 2014 pukul 8:17 AM

      Belum tahu kapan happy nya… Ini ajha masih pengobatan…🙂

      Mohon do’anya ya, Mbak….

      Suka

    • mebigina 18 November 2014 pukul 8:42 AM

      Insya allah Rino🙂, selalu mba doaian. Semangat terus yaaa, seperti Rino yang mba kenal😀. Empat jagoan ganteng pingin Rino semangat n sehat terus😀

      Suka

    • Lailatul Qadr 18 November 2014 pukul 8:46 AM

      Aamiin… Aamiin… Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin… Terima kasih, Mbak Ina-ku sayang…

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: