Mengikuti Penjual Penthol, Menggiring Analisa Anak


Mungkin postingan kali ini agak GeJe dan atau gak nyambung. Gak papa, kan, ya…? *maksa

***

Ilustrasi

Ilustrasi

“Ummi, mengapa penjual penthol itu mengikuti kita…?”

“Mengikuti…? Bukankah, kita yang berada dibelakang penjual penthol…?” Saya balik bertanya.

“O, iya… Kalau begitu, kita…” Dia menghentikan kalimatnya. Mengambang diujungnya. Sepertinya, dia sedang berpikir. Mengolah data sebelum mengambil kesimpulan.

“Kalau begitu, kita yang mengikuti dia…?”

“Ya, bukan lah…” Jawabnya.

“Nah… Kita tidak dengan sengaja mengikuti dia kan…? Tapi mengapa kita bisa berjalan beriringan …?” Saya kembali berbalik tanya kepadanya.

Saya sejatinya paham bahwa dia sedang kebingungan mengambil kesimpulan. Maka saya berusaha membuat pertanyaan yang bisa dicerna oleh otaknya kemana arah pembicaraan saya.

“Oya… Aku tahu. Mmmmm… Mungkin kita berjalan beriringan, karena kita memiliki tujuan yang sama…? Benar, Mi…?”

“Benar, Nak… Kita dan penjual penthol itu, mungkin memiliki tujuan yang sama sehingga perjalanan kita bisa beriringan. Mungkin juga bukan tujuannya yang sama, tapi arah jalan kita saja yang sama.”

“Arah..?”

“Iya… Bisa jadi dia mau ke Legok. Jalannya kan sama kalau mau ke TSA. Atau… Dia mau ke TPJ.”

“Yayayayaya… Aku tahu,” Ujarnya mengetahui apa yang sedang aku bicarakan dengannya.

Pada pertigaan terakhir sebelum motor saya berbelok ke arah perumahan, penjual penthol tetap berjalan lurus. Mungkin dia menuju Sukodono.

“Ummi, ternyata bukan tujuan kita yang sama. Tapi arah jalannya saja yang sama.”

“Ya… Fauzan benar…”

***
Percakapan diatas adalah percakapan yang saya dan Fauzan lakukan dalam perjalanan pulang sekolah, diatas motor. Percakapan itu sebenarnya cukup sederhana. Bahkan sangat sederhana.

Kadang, kita tak pernah berpikir bahwa apa yang ditangkap oleh indera anak-anak, berbeda dengan apa yang ditangkap oleh indera orang dewasa.

Saat kejadian itu, saya bisa saja langsung menjawab, “Mungkin karena penjual penthol itu mau ke TPJ” (jawaban normative) atau “Ya gak tahu, Nak… Tanya ajha sama penjual pentholnya” (jawaban ketus) atau “Penjual penthol itu seneng sama Fauzan yang sholih” (jawaban gombal alias bohong). Tapi saya tidak melakukannya. Saya ingin menggali lebih jauh pemahaman Fauzan tentang struktur kalimat (SPOK), menganalisa masalah, mengambil kesimpulan, dan kemampuannya mengkomunikasikan kembali apa yang dia ‘tangkap’.

Bagi saya yang seorang ibu dari 4 orang anak laki-laki, ‘menggiring’ anak untuk mengoptimalkan kemampuan analisanya adalah sebuah tantangan. Saya harus lebih mampu menahan diri untuk tidak ‘memberi tahu’ sebelum mereka menemukan sendiri. Saya harus memiliki kemampuan bertanya yang lebih agar jawaban-jawaban atau solusi-solusi itu muncul dari mereka, muncul atas insiatif mereka. Saya juga harus menahan diri untuk tidak mengucapkan hal-hal yang konyol hanya untuk membuat anak saya senang atau tertawa. Dan terakhir, saya harus mampu memilah, kapan waktunya serius, dan kapan saatnya becanda.

Dan di akhir tulisan ini, saya ingin berpesan kepada Fauzan (semoga dia membaca tulisan ini saat dia besar nanti).

Anakku, Fauzan… Kau ingat peristiwa diatas…? Semoga saja, kau masih ingat, ya Nak…

Nak… Kadang memang perlu bersama dalam mencapai sebuah tujuan. Dan dalam kebersamaan itu pun, ada juga yang berguguran, melenceng arahnya, atau kehabisan tenaga.

Tidak hanya itu, Nak… Ada kalanya mereka  yang membersamai perjalanan kita bukanlah mereka yang memiliki tujuan yang sama dengan kita. Seperti tukang penthol yang kau amati kemarin…

Namun kau tak perlu bersedih, Nak…  Yang perlu kau lakukan hanyalah berfokus pada tujuan yang ingin kau raih. Dan ingatlah… Sebaik-baik tujuan adalah mendapatkan keridhoan Allah swt., Rabb semesta alam.

Oia, Nak… Laki-laki itu, kuat logikanya. Laki-laki itu, kuat analisisnya. Laki-laki itu, kuat otot dan otaknya. Maka… Gunakan logikamu, gunakan analisamu, gunakan otot dan otakmu untuk menjawab semua pertanyaan yang ada di kepalamu.

Tapi jangan kau lupa, Nak… Tanpa keimanan yang dalam, logika, analisa, kekuatan otot dan otak, tak akan pernah berarti apa-apa.

Semoga Allah meneguhkan iman di dalam dadamu.

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 12 Januari 2015
12:15

Semua ada hikmahnya.

Gambar dari sini

Tagged: , , , , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: