15 Kilometers To Ride


Fauzan And I

Fauzan Dan Saya

Pasti ada cerita dalam sebuah perjalanan. Betul gak, bray…? Apalagi sebuah perjalanan yang dilakukan SETIAP HARI selama 40 hingga 60 menit. Minimal 5 hari dalam sepekan, bersama orang yang sama, seorang anak berusia 8 tahun.

Ya… Hampir setahun ini, saya dan Fauzan menempuh jarak 15 km, pergi pulang dari rumah (Desa Suko Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo) ke sekolah (Desa Pecantingan Sekardangan Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo). Kami berangkat ke sekolah maksimal pukul 6 pagi agar bisa tiba di sekolah tepat pukul 06.50. Bagi saya dan Fauzan, ini adalah sebuah perjalanan yang cukup memakan waktu. Bagaimana tidak… Sebelumnya, jarak sekolah dengan rumah papa saya hanya sekitar 3 km sehingga kami menempuh perjalanan itu maksimal 10 menit dengan motor.

Awalnya, perjalanan terasa menyiksa; mengantuk, lelah, dan monoton. Saya tak ingin kondisi ini semakin berlanjut, saya harus menyiasati keadaan ini dengan aktivitas yang lebih berarti.

Sebab, saya tak mungkin tinggal lagi di rumah papa dengan sesekali pulang ke rumah Suko. Pun saat saya ditawari untuk menitipkan Fauzan di rumah papa dengan alasan agar dia tak terlalu capek saya menolak tawaran itu.

Maka, untuk membunuh kebosanan, mengusir lelah, dan menghalau kantuk yang kerap menyeringai di tengah perjalanan, maka 2 kali 40 sampai 60 menit itu saya pergunakan untuk aktivitas-aktivitas berikut ini :

  • Muroja’ah Hafalan

Menghafal Al-Qur’an, bagi seorang anak, selain untuk senantiasa mengisi ruhiyahnya, juga untuk mengisi otaknya dengan sesuatu yang bermanfaat. Sekolah Fauzan (SDIT Insan Kamil Sidoarjo) mempunyai target hafal Al-Qur’an 2 juz (juz 29 dan 30) untuk para lulusannya. Hal ini tentu tidak akan terwujud dengan mudah jika tidak ada peran orangtua di dalamnya.

Salah satu peran yang harus diambil orangtua adalah memuroja’ah (mengulang) hafalan anak.

Memuroja’ah hafalan menjadi agenda rutin saya dan Fauzan setiap pagi saat berangkat sekolah. Sekitar setengah perjalanannya, saya harus memastikan anak saya masih menghafal ayat-ayat yang telah disetorkan kepada Ustadz/ah pembimbingnya mengaji di sekolah.

  • Bercerita Kegiatan

 Dua kali 40 sampai 60 menit itu bisa menjadi sebuah waktu yang sangat berguna untuk membangun quality connection diantara saya dan Fauzan. Kesibukan mengajar, pekerjaan rumah tangga, dan amanah lain, membuat waktu membersamai pertumbuhannya terasa terpangkas. Maka, rentang waktu ini tidak saya pergunakan dengan sia-sia.

Biasanya, saya melakukan ini pada saat perjalanan pulang. Saya memancing Fauzan untuk bercerita tentang apa yang dia lakukan seharian di sekolah. Saat itulah Fauzan telah belajar menceritakan kronologis sebuah peristiwa. Dari kronologis itu, saya menggali lebih dalam agar tak HANYA menjadi cerita lalu. Kadang saya selipkan hikmah, kadang saya meminta pendapatnya, dan seterusnya.

Dari semua cerita Fauzan, yang paling saya tunggu adalah saat dia ‘main ke perpustakaan sekolah’. Karena sepulang dari sana, dia akan bercerita banyak tentang buku-buku yang telah dibacanya serta buku yang dipinjamnya untuk dibawa pulang. Dari buku-buku itu, saya mengetahui apa kesukaan Fauzan.

  • Bercerita Kisah Fiksi

Fauzan, anak saya, memiliki daya imajinasi tinggi. Tak jarang, ketika pulang sekolah dia akan bercerita panjaaaaaang sekali. Dan ketika saya tanya dia tahu darimana, dia akan menjawab, “tau dari otakku.” Artinya, dia sedang mengarang cerita.

Saya pun dulu, semasa sekolah, sering membuat cerita-cerita fiksi di otak saya. Katika agak dewasa, saya mencoba menuliskannya dalam sebuah diary (sayangnya, diary-nya hilang). Dan saat kuliah, saya menuliskannya di computer saya yang sekarang sudah matot. Agaknya, kebiasaan ini menurun pada Fauzan.

  • Bercerita Kekonyolan

Seharian berada di sekolah, pasti ada banyak peristiwa yang terjadi. Salah satunya, peristiwa lucu dan konyol. Fauzan sendiri beberapa kali menceritakan kekonyolannya saat bermain bersama teman-temannya. Salah satu contohnya adalah cerita saat dia bermain pasir sepulang sekolah. Fauzan bercerita kalau ada salah seorang kawannya yang terpeleset sehingga badan dan muka kawannya tadi penuh dengan pasir. Sebenarnya Fauzan iba kepadanya, tapi karena wajah kawannya tadi penuh dengan pasir dia tak mampu menahan tawanya.

  • Main tebak-tebakan

Yang paling seru menurut saya adalah bermain tebak-tebakan. Saya juga pernah mengalami fase ini. Fase dimana saya sangat menyukai tanya jawab lucu-lucuan bersama orang-orang di sekitar saya. Melihat pengalaman, tentu saja saya tak terkalahkan oleh Fauzan… Tapi karena saya ingin membuat dia bangga, beberapa kali saya mengalah dengan menjawab ‘tidak tahu’ atau sengaja menyalahkan jawaban atas pertanyaan yang diajukannya.

  • Belajar berhitung

Kegiatan ini dilakukan bukan karena saya seorang guru matematika lho… Tapi justru Fauzanlah yang mengawalinya. Saat itu dia mulai menghitung ‘2 + 2 = 4’. Lalu ‘4 + 4 = 8’, dan seterusnya. Dia akan berhenti berhitung ketika jumlahnya mencapai 10.000 lebih atau ketika motor sudah sampai di sekolah. Dia mengkonfirmasikan jawabannya kepada saya. Apakah penjumlahan yang dilakukannya benar ataukah masih salah. Begitu seterusnya. Dan sekarang, kami sedang mempelajari konsep pembagian.

  • Bernyanyi

Ini adalah alternatif terakhir ketika kami jenuh dengan rutinitas sebelumnya. Ya… Bernyanyi (kadang sholawatan)… Lagu yang kami nyanyikan bisa apa saja yang pernah kami dengar. Kadang kami tertawa terbahak karena salah liriknya. Kadang saya yang justru memintanya mengulang kembali lirik yang dilantunkannya karena saya merasa tak jelas. Yang paling saya suka adalah saat Fauzan menyanyikan lagu milik Umay berjudul Tak Kan Nakal Lagi. Begini syairnya :

Kuberjanji takkan nakal lagi

Kesalahan takkan kuulangi

Tapi tolong jangan marah lagi

Tersenyumlah Mama Ummi

Biasanya, ketika memasuki lirik terakhir, kedua tangannya mencari wajah saya. Sejurus kemudian kedua tangan itu menarik ujung bibir saya agar saya tersenyum seperti pintanya yang ada dalam lagu tersebut.

Yah… Begitulah yang saya dan Fauzan lakukan saat dalam perjalanan pergi-pulang dari rumah ke sekolah. Jarak dan waktu tempuh yang panjang, tak kami sia-siakan dengan percuma. Dan kami memaknai perjalanan itu dengan aktivitas yang bermanfaat. Bagaimana dengan perjalanan Anda…?

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 28 Januari 2015
13:30

Tagged: , , , , , , , , ,

9 thoughts on “15 Kilometers To Ride

  1. Ceria Wisga 29 Januari 2015 pukul 1:39 PM Reply

    Ide keren mbak,saia pun gini juga.Tiap hari kerja motoran PP sda-sby sejam,klo kondisi jalan memungkinkan,psti deh disambi cerita2 sm misua. Lumayan bs melegakan hati hbs cerita2,smpe rumah maen sm anak,crita2 lg stlh anak tidur hehe

    Suka

    • Lailatul Qadr 29 Januari 2015 pukul 2:48 PM

      Nah… Ini… Contoh istri keren… Pasti hubby tambah sayang.

      Suka

    • Ceria Wisga 29 Januari 2015 pukul 2:51 PM

      Aamiin🙂

      Suka

  2. thetrueideas 29 Januari 2015 pukul 9:31 AM Reply

    ummi yg baik, mudah2an Fauzan jadi anak yg sholih ya nak…

    Suka

    • Lailatul Qadr 29 Januari 2015 pukul 9:33 AM

      ummi yg baik —> Kalimat penghibur untuk penulis

      mudah2an Fauzan jadi anak yg sholih ya nak… —> Aamiin, ya Rabb…

      Terima kasih, sudah membaca…

      Suka

  3. Yusuf Muhammad 28 Januari 2015 pukul 4:26 PM Reply

    WIh, punya potensi sebagai penulis nih kayaknya Fauzan, hehe..😀

    Suka

    • Lailatul Qadr 29 Januari 2015 pukul 7:14 AM

      Hehe… Aamiin…
      Iya. Kemampuan berbahasanya lebih tinggi dibandingkan dengan teman sebayanya.

      Disukai oleh 1 orang

  4. ayanapunya 28 Januari 2015 pukul 3:15 PM Reply

    waah jauh banget, No. kalau biasanya ngantuk di jalan tuh

    Suka

    • Lailatul Qadr 28 Januari 2015 pukul 3:20 PM

      Nah… Ini tipsnya supaya gak ngantuk…

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: