Tentor Bukanlah Guru


Berawal dari sebuah perbicangan dengan seorang sahabat tentang guru dan tentor yang saya lakukan kemarin, maka saya ingin mencoba menuliskannya disini.

Ilustrasi Guru

Ada perbedaan yang sangat antara guru dengan tentor. Apalagi jika tentor tersebut adalah tentor sebuah LBB. Apa saja bedanya, mari simak ulasan saya.

Rencana Pembelajaran

Seorang guru di sekolah formal harus menyelaraskan silabus, prota (program tahunan), prosem (program semester), untuk kemudian dijabarkan dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang kesemuanya dibuat sendiri oleh sang guru dengan melihat situasi dan kondisi kelasnya. Hal ini tentu saja berbeda dengan tentor LBB yang hanya berorientasi pada materi.

Guru merancang RPP dengan sungguh-sungguh. RPP itu ibarat sebuah skenario dalam sebuah film. Skenario dibuat mulai alur, latar, dan juga dialog. Pun RPP. RPP yang benar, adalah RPP yang mampu memperkirakan pertanyaan siswa dan menjawabnya.

Bray n Sist pasti bisa membayangkan bagaimana kompleksnya isi RPP itu. Membuat RPP dengan 1 Kompetensi Dasar untuk 5 pertemuan, seorang guru bisa menghabiskan kertas hingga 70 lembar.

Beda sekali dengan tentor yang datang hanya berpacu pada timeline materi yang harus disampaikan dalam pertemuan itu. Perkara apakah indicator materi sudah dipahami siswa, seorang tentor tak berhak mengevaluasinya. Istilahnya, dia datang, mengajar, lalu pulang. Semua materi, soal-soal, dan pelaporan nilai diserahkan kepada LBB.

Wajar sih… Kan LBB punya target dan standar tertentu. Jadi tentor tak punya hak mengubah standar itu.

Membentuk Sikap Belajar

Disadari atau tidak, sekolah dan guru memiliki peran dalam membentuk sikap belajar anak. Sikap belajar inilah yang di kemudian hari mampu mengoptimalkan kecerdasan seseorang. Sikap belajar ini mengakomodir 3 ranah pembelajaran; afektif (emosi), kognitif (konseptual), dan psikomotorik (skill).

Sangat jauh berbeda dengan tentor. Seorang tentor yang pertemuan dengan peserta didiknya maksimal 120 menit per pertemuan, tak mungkin memfasilitasi itu semua. Kalaupun ada tentor atau LBB yang mengharuskan tentor memfasilitasi itu semua, jumlahnya sangat sedikit.

Apalagi jika  dibandingkan dengan guru-guru yang memiliki sikap mengakomodir semua tipe belajar anak. Tentu saja, lagi-lagi tak banyak tentor yang juga memiliki sikap ini.

Tugas dan Tanggung Jawab

Banyak sekali tugas-tugas guru yang tidak dilakukan oleh tentor. Salah satunya adalah melakukan evaluasi dan memberikan nilai yang bisa dipertanggungjawabkan. Nilai-nilai itu akan menjadi rekam jejak seseorang saat seseorang tersebut menjalani pendidikan formalnya. Walaupun saat ini, sebuah nilai diatas raport menjadi pertentangan tersendiri di kalangan pendidik.

Dan yang paling berat adalah soal tanggung jawab. Tanggung jawab seorang guru tak terbatas pada dinding-dinding sekolah dan sekat-sekat di dalam kelas. Tanggung jawab seorang guru tak hanya kepada kepada peserta didiknya, tapi juga kepada orangtuanya, kepada masyarakat di sekitarnya, kepada Negaranya, dan kepada Allah swt sebagai Penciptanya.

Sungguh… Tanggung jawab ini berbeda dengan tanggung jawab seorang tentor. Seorang tentor LBB, begitu keluar kelas, tidak akan terlintas peserta didiknya lagi. Yang penting, dia telah melaksanakan kewajibannya, memberikan materi kepada peserta didik.

Gaji

Nah… Ini nih yang paling sensitif. Soal gaji… Bukan sebuah rahasia lagi kalau gaji guru itu lebh rendah dibandingkan dengan gaji tentor. Guru, per Jam Pelajaran hanya digaji enam sampai dua belas ribu. Sedangkan tentor, per jam minimal digaji Rp 25.000 plus transport Rp 10.000. Perbandingannya cukup jauh kan…?

Maka banyak juga guru yang nyambi jadi tentor. Tapi tak jarang ditemui bahwa ada tentor yang enggan menjadi guru.

***

Tentor, bukanlah guru. Ada perbedaan mencolok diantara keduanya. Guru diberi kewajiban yang telah diatur oleh undang-undang, sedangkan tentor tidak. Guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dan panjang pada kehidupan peserta didik, sedangkan tugas dan tanggung jawab tentor berhenti, ketika dia ‘tak dibutuhkan lagi’.

Tentor, bukanlah guru. Walau keduanya juga sama-sama memberikan materi pembelajaran, kendati keduanya tak hanya mengajar tapi juga mendidik, dan meski keduanya bisa menjalin.

***
..:: LaiQ ::..
Sidaorjo, 29 Januari 2015
10:40

Tulisan ini dibuat bukan untuk mengecilkan peran tentor. Tulisan ini dibuat sebagai hasil diskusi saya dengan beberapa kolega. Dan akhirnya, semua pun sepakat bahwa GURU BUKAN HANYA MENJADI TENTOR.

Gambar diambil dari sini

Tagged: , , , , ,

4 thoughts on “Tentor Bukanlah Guru

  1. anazahidah 30 Januari 2015 pukul 11:46 AM Reply

    Pekerjaan yang berat dan punya tanggung jawab besar. Melelahkan tapi menyenangkan bukan begitu?

    Suka

    • Lailatul Qadr 31 Januari 2015 pukul 9:24 AM

      Ya… Menjadi guru itu seperti menjadi orangtua, teman, kakak, dokter, psikolog, motivator, dalam waktu yang bersamaan…

      Suka

  2. omnduut 30 Januari 2015 pukul 9:58 AM Reply

    Nah baru tahu perbedaan pendapatan guru sama tentor, selama ini aku mikirnya kebalik.

    Suka

    • Lailatul Qadr 31 Januari 2015 pukul 9:22 AM

      Hmmm… Selama ini berpikirnya lebih enak guru ya…? Padahal sebaliknya, Oom…🙂

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: