Fullday School Bukan TPA


Fauzan AA

Fauzan AA

 

Kali ini, saya ingin menuliskan ‘3 kegemaran’ barunya yang menurut saya luar biasa.

Pertama, dia mulai menggemari melaksanakan sholat Dhuha di pagi hari. Setelah sebelumnya dia berhasil ‘menaklukkan’ dirinya untuk melazimkan sholat jama’ah di Masjid, dia menaikkan level sholatnya ke jenjang yang lebih tinggi. Kini dia sudah rutin melaksanakan sholat Dhuha 2 rakaat setiap hari. Kalaupun ada bolongnya, sebulan paling hanya 2 atau 3 kali absen.

Kedua, Fauzan mulai menggemari melakukan sholat malam. Sepekan, paling tidak dia melaksanakan sholat tahajud sebanyak 3 kali. Itu saat paling malas atau saat dia sedang tidak enak badan.

Ketiga, dia mulai mencoba beberapa kali puasa Senin-Kamis. Meski saya harus ‘tega’ melihatnya mengantuk dan berlapar-lapar ria di saat kawan-kawannya makan dan minum semau mereka.

***
Saya sangat beruntung berada di lingkungan yang mendukung setiap aktifitas anak saya. Bisa saja, habbit anak saya tidak akan terbentuk seperti ini sekarang jika dia tak bersekolah di Insan Kamil. Dan ini, akan memberatkan tugas saya sebagai orangtua untuk membiasakan anak menjalankan ibadah-ibadah sunnah.

Pada awalnya, saya yakin para ustadz/ah yang mengajar anak saya menggunakan reward untuk membangkitkan motivasi berprestasi dalam hal ibadah ini. Entah iming-iming penambahan bintang, atau iming-iming ‘dibangunkan rumah di Syurga’, atau iming-iming berupa hadiah yang akan mereka terima di dunia. Yang jelas, iming-iming itu meningkatkan motivasi Fauzan untuk beribadah.

Makanya, kadang saya agak geli ketika ada seorang teman yang saya kenal dekat, justru memilih menyekolahkan anaknya ke Sekolah Negeri yang jelas-jelas program-program seperti ini tidak dikawal dengan baik oleh para pendidiknya. Kawan-kawan saya yang saya sebutkan diatas malah berpikir sebaliknya. Anak koq dipleter dengan kegiatan fullday setiap hari. Sampai di rumah, anak capek, tak bisa bermain dan seterusnya. Padahal, kata mereka, dunia anak adalah dunia bermain.

Sepengetahuan saya, Islam adalah agama yang sempurna. Dan dengan kesempurnaannya itu, maka di usia 8 tahun, seorang Ali bin Abi Thalib bersedia menjadi binaan Rasulullah saw. Di usia 13 tahun, Abdullah bin Umar telah memiliki semangat juang yang bergelora untuk berjihad. Di usia 18 tahun Usamah bin Zaid ditunjuk oleh Rasulullah menjadi komandan untuk memimpin pasukan melakukan penyerbuan ke Syam. Dan di usia 19 tahun, seorang Muhammad Al-Fatih mampu menaklukkan Konstantinopel. Dan masih banyak lagi sejarah mencatat perjuangan dakwah Islam yang digawangi oleh para pemudanya.

Artinya, anak-anak membutuhkan stimulus yang baik dan benar agar mereka bertumbuh menjadi pemuda Islam yang siap memangku beban dakwah ini.

Fullday school sama sekali tidak bisa diartikan sebagai ‘penitipan anak’. Fullday school juga bukan sekolah yang bermaksud mengeksploitasi energy anak. Fullday school bukan juga sebuah sekolah yang memiliki beban materi yang terlalu besar bagi anak.

Fullday school terutama Insan Kamil adalah sekolah yang tidak hanya mengedepankan akademik, tapi juga mengutamakan aqidah yang lurus, akhlak yang baik, ibadah yang benar, mandiri, dan bertanggung jawab. Dan yang jelas, sekolah di Insan Kamil, anak saya tidak merasa tidak bisa bermain ketika di sekolah. Sebab, saat di sekolah pun, dia masih bisa bermain dengan teman-temannya.

Terima kasih, Ustadz/ah yang mendampingi Fauzan selama 2 tahun ini. Semoga Allah mencatat amal sholih Ustadz/ah dan melipatgandakan pahalanya.

***
Sidoarjo, 05 Maret 2015
14:52

Tagged: , , ,

5 thoughts on “Fullday School Bukan TPA

  1. zunanto 8 April 2015 pukul 8:25 PM Reply

    setujuh bu, keponakan saya disekolahkan di sekolah yg berbasis agama dan full sampai sore ternyata banyak baiknya daripada saya. Sholatnya tertib, hafalan surat-surat Al Qurannya cukup banyak, dan kelakuannya jg enak dibicarakan😀

    daripada sekolah sampe siang, terus sepulang sekolah malah dolan.. mending klo temen mainnya nggak nakal.. dan klo main di luar rumah ga ada yg ngawasi.

    Suka

  2. anita 19 Maret 2015 pukul 10:41 AM Reply

    wah ketinggalan aku, tp nek jeporo g ono cabange Insan Kamil,hhhhe

    Suka

    • Lailatul Qadr 19 Maret 2015 pukul 12:35 PM

      hahaha… pokoknya sekolahin di sekolah IT ajha, Mbak… #promosi

      Suka

  3. Yusuf Muhammad 7 Maret 2015 pukul 1:01 AM Reply

    Wih, sekalian promosi.. Semoga Fauzan istiqomah ya Bu, aamiin..🙂

    Suka

    • Lailatul Qadr 10 Maret 2015 pukul 3:11 PM

      Hahaha… Promosi gratis melalui blog pribadi.

      Aamiin… Terima kasih, do’anya…

      Disukai oleh 1 orang

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: