19 Tahun Bertemu Bertemu Kembali : Bu Nur


Setelah 19 tahun tak pernah bersua, akhirnya saya kembali berjumpa dengan ibunda guru yang tercinta dan sahabat-sahabat saya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Ya, kemarin, Sabtu 25 April 2015 menjadi tanggal ‘bersejarah’ dalam hidup saya. Roudhotul Hasanah (Aan), Umu Nihaya (Umu), Zainul Arif (Zain), Ulul Azmi (Ulul), Abdur Rokib (Rokib), dan Muhammad Muntasor (Tasor), kami bertemu di Halte depan Pondok Mutiara.

Singkatnya, kami mendengar kabar bahwa guru kami, Ibu Nur Afifah, terkena stroke beberapa tahun lalu. Kami yang baru saja ‘bertemu’ kembali melalui media social Facebook, merasa terpanggil ntuk menjenguk Ibu guru kami tersebut. Jadilah kami membuat rencana untuk mendatangi rumah beliau.

Belasan tahun kami tak pernah berkunjung ke rumah Bu Nur, mengakibatkan tak satupun diantara kami yang mengingat dengan tepat dimana lokasi rumah beliau. Ditambah dengan pertumbuhan perumahan yang ada di sekitar rumahnya membuat kami semakin bingung. Disitulah saya merasa sangat bersalah… Saya merasa menjadi murid yang tak tahu balas budi.

Untung saja, ada Ulul Azmi yang masih saudara jauh dengan Bu Nur. Maka dialah yang menjadi guide kami yang mengantar kami sampai ke rumah Bu Nur dengan selamat, tanpa nyasar.

Rumah Bu Nur masih di Desa Jati, belum pindah. Bentuknya pun masih sama seperti dulu, tak ada perubahan. Namun ada yang sedikit berbeda disana. Ya… Halaman…  Halaman yang luas itu telah berubah menjadi bangunan. Halaman yang membuat kami betah berlama-lama ketika kami berkunjung ke rumah Bu Nur. Halaman yang luas itu hilang berganti dengan bangunan mewah yang ‘menutupi’ rumah Bu Nur.

Setelah menunggu sekitar 20 menit, gurunda kami akhirnya keluar dari kamar dan menemui kami. 20 menit tu kami pergunakan untuk bertanya kabar masing-masing diantara kami. Aan bercerita bahwa suaminya meninggal karena sakit ginjal setahun yang lalu. Rokib dengan rambutnya begitu cepat memutih dan rokoknya yang tak pernah lepas. Muntasor yang masih berjualan roti walau kini tak lagi berjualan di pasar Larangan. Zainul yang anaknya masih 1 tapi gak bisa diem. Dan Umu yang masih melanjutkan usaha ayahnya berjualan soto Lamongan. Dan saya dengan yang ‘nyasar’ jadi guru.

Saat Bu Nur keluar, kami langsung terdiam lalu mengucapkan salam. Seketika itu mata saya tertuju pada cara berjalan Bu Nur. Jalannya tertatih sangat berbeda dengan Bu Nur muda. Mesin waktu serasa menghapus ingatan saya bahwa manusia bertumbuh dan menua. Saya hanya ingat kalau Bu Nur adalah guru yang cekatan, Bu Nur yang kulitnya halus dan cantik, bu Nur yang jalannya tegak. Bukan Bu Nur yang saya lihat saat ini. Allah… Betapa cepat waktu berlalu…

Namun demikian, suara Bu Nur masih lantang. Gaya bicara Bu Nur masih berapi-api. Ketika Bu Nur berbicara, matanya pun masih ikut bicara. Inilah yang akan selalu saya ingat dari beliau…  Semangatnya dan cintanya kepada kami murid-muridnya.

Kemarin… Bu Nur berusaha mengingat masing-masing nama kami. Alhamdulillah, saya, Ulul, Umu, dan Zain masih tersimpan di longterm memory Bu Nur Afifah. Sisanya, beliau lupa sama sekali.

Akibat stroke itu, Bu Nur memang kehilangan kemampuan mengingatnya. Kemarin, sesekali beliau bercerita sambil memijit kepalanya sebelah kiri. Kalau dibuat berpikir keras, kepalanya akan terasa sakit. Cerita yang meluncur dari mulut beliau pun melompat-lompat. Tak jarang beliau bertanya, “Sampai dimana saya tadi bercerita?”. Hingga kami sendiri yang harus merangkai semua cerita beliau.

Kemarin, ada haru yang menyeruak hingga air di pelupuk mata meluncur begitu saja tanpa mampu dibendung. Saat beliau bilang, “Sampaikan salam saya buat Mamamu, Rin..”

Lalu saya menjawab dengan kalimat, “Mama sampun seda, Bu…” Bu Nur langsung menangis. Entah apa yang dirasakan Bu Nur… Yang jelas, hal itu juga yang membuat air mata saya meleleh dan kami pun berpelukan.

Saya dan teman-teman tak lama-lama disana. Karena hari sudah sangat sore. Kami berjanji pada beliau, bahwa kami akan datang lagi dengan formasi yang lebih lengkap, insya Allah… Semoga Allah mengijinkan kami berkumpul dan menjalin silaturrahim dengan gurunda kami tercinta. Ibu Nur Afifah.

Bersama Bu Nur

Bersama Bu Nur

Keterangan Foto Dari Kiri ke Kanan : Berdiri (Ibunda Ulul Azmi – Yang Moto), Saya (Jilbab Biru), Umu Nihaya (Jilbab Hitam), Roudhotul Hasanah (Jilbab Gold), Bu Nur Afifah (Duduk), Zainul Arif (Jongkok), Abdur Rokib (Peci Putih), Muntasor (Rambut Keriting).

..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 27 April 2015
16:07

Tagged: , , , , , , , , , , , ,

8 thoughts on “19 Tahun Bertemu Bertemu Kembali : Bu Nur

  1. anita 12 Mei 2015 pukul 11:14 AM Reply

    mbk rino, FBmu apa?

    Suka

    • Lailatul Qadr 18 Mei 2015 pukul 10:56 AM

      FB saya Emohi Rino Lailatul Kodar..

      Suka

  2. nurme 29 April 2015 pukul 12:46 PM Reply

    Alhamdulillah.. menyenangkan ya bertemu teman lama. Apakabar? wa donk.. hp saya reset semua number ilang

    Suka

    • Lailatul Qadr 29 April 2015 pukul 2:52 PM

      Iya, Teh… Waaaah… WA saya juga ter reset… Maaf… Nomor Teteh hilang…

      Suka

  3. ayanapunya 28 April 2015 pukul 8:47 AM Reply

    alhamdulillah ya, No, masih bisa ketemu dan kumpul sama teman-teman dan guru pas SD dulu

    Suka

    • Lailatul Qadr 28 April 2015 pukul 9:43 AM

      Iya, Mbak… Setelah lama banget gak pernah komunikasi…

      Suka

  4. dianramadhani 27 April 2015 pukul 10:06 PM Reply

    duh, pasti haru biru ya mba🙂

    Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: