[We Be Te] Exploring Banyuwangi – 1


Puncak Tema… Nama kerennya Wisata Belajar Terintegrasi atau kami lebih suka menyebutnya dengan We Be Te. Kali ini yang menjadi objek observasi kami adalah daerah Banyuwangi. Sebuah Kabupaten di ujung timur pulau Jawa yang terkenal dengan tagline “The Sunrise of Java”.

Sidoarjo – Banyuwangi berjarak sekitar 277 km, hampir sama dengan jarak Sidoarjo ke Pacitan. Lama perjalanan yang ditempuh pun juga sama, sekitar 7 sampai 9 jam (nyantai banget ini).

Bukan tanpa alasan mengapa Banyuwangi dipilih sebagai obyek observasi kali ini. Selama setahun pembelajaran, secara garis besar semua mapel terkait membahas tentang ke-indonesia-an. Maka yang kami anggap bisa mewakili dari pembelajaran tekstual menjadi pembelajaran kontekstual, adalah Banyuwangi. Ya… Banyuwangi dengan segala keeksotisan bentang alam, budaya, dan sumber daya manusianya.

Kami berangkat dari Sidoarjo pukul 20.30 hari Ahad 10 Mei 2015. Dengan 2 bus beriringan dan bergandengan tangan (apalah… apalah…), kami menyusuri pantura, pantai utara pulau Jawa. Riuh rendah suara kicauan murid-murid di dalam bus tak menyurutkan nyali saya untuk lelap tertidur dalam gelapnya malam. Maklum… Saya ‘kerja bakti’ (nyuci baju, masak, beberes rumah, arisan) dari pagi sampai malam hari itu. Akhirnya saya tak kuasa menahan beban kelopak mata saya yang terasa 5 ton beratnya (mulai lebay deh…).

Rupanya kelap kelip lampu PLTU Paiton Probolinggo, membuat murid-murid saya histeris. Histeria itu membuat saya sempat terbangun sejenak, walau kemudian saya sukses tertidur kembali. Haha… Begitulah… Kalau kantuk dan lelah menjadi satu, seriuh apapun sekeliling saya, saya mampu terlelap.

Singkatnya, kami tiba pukul 05.45 di Sukowidi Banyuwangi, tempat camp anak putri. Dengan jam kedatangan yang terlambat 2 jam dari jadwal itu, jelas membuat kami kalang kabut… Kami dikejar waktu untuk sarapan, mandi, dan bersiap menuju Taman Nasional Baluran untuk melakukan observasi (hari pertama). Keterlambatan ini disebabkan karena sopir bis yang kami tumpangi mengantuk berat. Sehingga bis jadi sering berhenti untuk memberi kesempatan pak sopir beristirahat. Mau tak mau kami harus berlega hati atas kejadian ini. Bagaimana pun, ini semua demi keselamatan kami juga.

Setalah mandi, cuci muka, cuci kaki, gosok gigi (ya eyalah cuci muka dan gosok gigi, masak mandi gak pake cuci muka dan gosok gigi?) dan sarapan kami bergegas menuju mobil ELF yang sudah menunggu di ujung gang. Mobil Elf itulah yang mengantar kami mengekplorasi Banyuwangi selama sepekan ke depan.

Begitu naik ELF untuk pertama kali, saya dan anak-anak langsung merasa nyaman dengan Pak Sopir (entah, siapa namanya) yang ramah. Pak sopir lalu bertanya pada kami, “Mau dengerin lagu…?”

Sontak saja anak-anak menjawab, “Mauuuu…”

Saya tak mau murid-murid saya mendengar lagu-lagu ‘ajaib’ yang acap kali tertangkap (tak sengaja) oleh telinga saya. Saya pun melakukan cek dan ricek terhadap koleksi CD pak sopir yang baik hati itu. Hasil identifikasi saya menyatakan bahwa hanya CD Westlife saja yang ‘aman’ untuk dikunyah (emangnya, CD westlife itu opak, bisa dikunyah?) Jadilah selama perjalanan (tak hanya hari itu, tapi selama 5 hari) kami ditemani lagu dari album Westlife ‘Westlife’.

Kontan saja, album yang dirilis tahun 1999 itu mengingatkan saya pada masa putih abu-abu saya. Masa dimana saya masih unyu-unyu, imyut, kurus, dan belum mengaji. Masa dimana saya hafal betul lirik lagu dalam album itu. Haha…

Well… Akhirnya kami sampai juga di Taman Nasional Baluran. Di pintu masuk, para pengunjung akan disuguhi pemandangan Goa Jepang. Murid-murid tak menyiakan kesempatan untuk mengambil gambar goa yang dibuat oleh tentara Jepang itu. Konon katanya, goa itu digunanakan Jepang untuk berlindung dari kejaran orang-orang Indonesia di kala itu. Sembari menunggu panitia mengurus perijinan dan membayar tiket masuk, asuransi, dan bayar mobil, murid-murid berusaha mengambil gambar ini dan itu. Kalau saya… Ini gambar yang saya ambil…

Gak keren yak…? Hahahaha

Untuk rombongan, ini nih harganya : 5000 tiket masuk per kepala, 3000 asuransi per kepala, dan 10000 untuk tiap kendaraan roda 4.

Dari pintu masuk kami langsung masuk hutan musim. Hutan musim ini trbentang cukup panjang. Kami berhenti di sekitar 15 menit perjalanan (jalannya gak enak… semacam jalan macadam gitu deh…). Semua murid harus turun disini. Kami turun untuk melakukan observasi, mulai dari observasi cuaca, flora, fauna, hingga mengukur PH air dan tanah di hutan musim ini.

Untuk menentukan PH tanah dan air (hanya menentukan apakah asam ataukah basa), murid-murid tak hanya menggunakan indikator kertas lakmus, tapi juga menggunakan indikator alami yakni kunyit. Mereka antusias mencari sumber air disana. Bahkan sampai masuk jauh ke dalam hutan hingga mereka menemukan air untuk diteliti. Kebetulan, saya yang bertugas untuk menemani beberapa kelompok menentukan asam dan basa.

Ada cerita lucu disini. Salah satu anggota kelompok yang saya coaching, mengaku sakit perut.

“Ustadzah, saya sakit perut…”

“Hah…? Sakitnya dimana…?” terus terang saya agak panik.

“Nggak tau, Ustadzah. Pokoknya perut saya sakit.” Katanya sambil meringis.

“Lha iya… Sakitnya di sebelah mana…?” tanya saya sambil mendekat ke arahnya.

“Semuanya…”

“Ah… Masa… Coba dirasakan. Tenang dulu… Sakitnya seperti apa…?”

“Mules…”

“Oalaaaaah… Kamu mau BAB…?”

“Iya, kayanya. Gak tahan, Ustadzah…”

Sambil menahan geli, saya lalu menganjurkannya untuk BAB di dalam hutan. Gimana lagi… Daripada dia BAB di celana. Lha wong disini gak ada jamban.

“Ceboknya gimana, Ustadzah…?”

“Ambil air aq*a ajha. Bawa 2 atau 3 gelas. Ntar cebok pake air itu.”

Bergegas dia mencari kardus berisi air mineral yang saya maksud. Dia ingin segera melancarkan aksinya yang sudah tak tertahankan lagi.

Untunglah, tak ada yang tahu apa yang kami bicarakan. Pun tak ada yang ’terlalu peduli’ salah satu teman mereka menghilang jauh di tengah hutan selama beberapa saat.

Tak lama, dia muncul sambil mengatakan, “Legaaaa… Ustadzah…” dengan wajah yang jauh lebih ceria dari sebelumnya. Haha…

Sssst… Sepertinya telah terjadi ‘pencemaran’ tanah tuh. Terjadi pembuangan limbah ke tanah secara sengaja oleh seseorang.Well… Tapi… Anggap saja, ‘limbah si Bunga (nama samaran)’ di hutan musim itu sebagai pupuk penyubur tanaman.😛

Eniwei… Saya jadi teringat kejadian saat saya masih SMA dulu.. Waktu saya naik gunung… Saat itu saya juga pernah merasakan sakit perut tak terhankan. Sebenarnya saya sudah mencoba menahan agar BAB tak keluar di tempat yang salah. Sampai-sampai, saya berkeringat sebesar jagung selama beberapa waktu. Tapi apa mau dikata, untung tak dapat di raih, malang kota wisata (lho…?!). Panggilan alam itu saya selesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dan di tempat sejauh-jauhnya (dari pandangan manusia, di dalam hutan).

So… Saat siswa saya mengaku perutnya sakit ingin BAB, dalam hati saya berkata… I ever been on that situation too, Bro… Memang ‘malu’ sih menghilang beberapa saat seperti itu dari pandangan teman-teman. Tapi yah… Daripada BAB di celana, malah malunya 378 kali lipat. Hehe…

To be continued

***
…:: LaiQ ::…
Sidoarjo, 21 Mei 2015
13:12

Tagged: , , , , , , , , , , , ,

4 thoughts on “[We Be Te] Exploring Banyuwangi – 1

  1. mebigina 22 Mei 2015 pukul 11:24 AM Reply

    aaaa…baluran ama banyuwangi…pingin bangetttt kesini😀

    Suka

    • Lailatul Qadr 22 Mei 2015 pukul 11:40 AM

      Hehehe… Seru deh, Mbak… Ini baru part 1… Masih berlanjut…

      Suka

    • mebigina 22 Mei 2015 pukul 2:41 PM

      kemarin mo ke sini, tapi pada ogah naek kereta hampir 9 jam…hahaha…perjuangannya belum tuntas :D…pingin ke G-land di banyuwangi juga. Ditunggu yaaaa part selanjutnya😀

      Suka

    • Lailatul Qadr 22 Mei 2015 pukul 2:46 PM

      Menuju G-Land harus bayar lagi, Mbak…😀

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: