3 Jam Nyasar di Solo


Suami sedang penasaran dengan kota Solo. Sebuah kota yang letaknya tak jauh dari Semarang. Dengan bis antar kota, waktu yang dibutuhkan hanya 3 jam perjalanan untuk tiba di kota batik itu.

Well… Dengan semangat tinggi, pukul 11.00 hari Sabtu kemarin (18 Februari 2012), kami berangkat dengan motor. Kami berangkat dari Tlogomulyo menuju ke RSI Sultan Agung di Kaligawe, untuk menitipkan motor disana. Memang, kami berencana naik bis untuk menuju Solo.

PO. Royal SAFARISetelah sholat Dzuhur dan membeli beberapa ‘perbekalan’ untuk perjalanan di Masjid RSISA, kami naik bis SAFARI jurusan Semarang-Solo dari depan rumah sakit itu. Dan ongkos yang harus dikeluarkan untuk menumpangi bis ini dari Terminal Terboyo (Semarang) ke Terminal Tirtonadi (Solo), adalah Rp 20.000 per tempat duduk. Perjalanan berangkat ini, Fauzan tidak kami ‘belikan’ karcis tempat duduk alias dipangku.

Perjalanan perdana dari Semarang ke Solo ini, sangat sayang untuk dilewatkan. Yang paling menarik adalah kami melewati perkebunan kopi. Haha… Sebagai pecinta (penikmat) kopi, pikiran saya langsung melayang pada berbagai kreasi masakan berbahan atau beraroma kopi. Aiissshhh… Nikmat sekali sepertinya. Maklum saja… Pikiran saya ke makanan karena sedari pagi sampai sesiang itu, perut saya belum terisi makanan berat. Saya hanya minum secangkir kopi di pagi hari.

Sekitar pukul 16.30, bis yang kami tumpangi tiba di terminal Tirtonadi. Dan tempat yang kami cari terlebih dahulu adalah… TOILET. Ya, membawa anak kecil dalam perjalanan mengharuskan kami mencarikan toilet agar perjalanan selanjutnya lebih nyaman. Sebuah catatan buat para emak yang membawa balitanya ‘berpetualang’. Baru kemudian, kami mencari warung untuk makan siang (atau makan sore, ya?).

Memesan 2 porsi makanan berlauk telor dadar (favorit saya dan Fauzan) dan seporsi berlauk ati ampela, dengan tambahan 4 buah kerupuk, 1 buah tahu, dan sebungkus keripik belinjo goreng, kami harus membayar Rp 34.000. Hmmmm… Harga yang ‘kurang bersahabat’ sepertinya.

Ke Solo kali ini, benar-benar tanpa tujuan pasti. Kami hanya ingin menikmati suasana Kota Solo di malam hari. Dan ternyata, keinginan kami ini salah ‘tempat’. Sebab kota itu dikatakan ‘hidup’ sampai dengan pukul 6 sore. Selebihnya? Sepiiiiiiiiiiiii. Padahal kemarin adalah akhir pekan yang juga merupakan hari jadi Kota Solo, yang menurut perkiraan kami, Kota ini akan ramai seperti Jogjakarta tempo hari. Pada kenyataannya, sepiiiiiiiiiiiiiiiii mamring. ^__^

Jadilah, becak yang kami tumpangi dari terminal Tirtonadi, hanya mengantar kami ke 3 tempat; Solo Grand Mall (numpang Sholat Ashar disini, padahal kami tidak berniat mengunjungi Mall), Taman Hiburan Rakyat Sri Wedari (Numpang main dan Sholat Maghrib disini), dan alun-alun Kota Solo serta sejenak menengok Keraton Solo. Pak Becak berkali-kali menawarkan untuk singgah ke tempat belanja kain batik, tapi kami menolaknya. Sebab kami memang tak berniat sedikit pun membeli batik.

Setelah rasa ‘penasaran’ kami sedikit terpuaskan, maka kami putuskan untuk pulang kembali ke Semarang. Haha… Belum puas seutuhnya, siy… Hanya saja, kami bingung mau kemana lagi. Jadi, pulang adalah keputusan tepat saat itu. “Nanti laah… Kami akan kesana lagi, jika Allah mengijinkan kami menyinggahi Kota itu lagi. Insya Allah…” Begitu gumam suami.

Oia, sebenarnya suami (dan juga saya) ingin sekali naik Sepur Kluthuk. Sepur atau kereta yang hanya beroperasi di hari Sabtu dan Minggu. Sebuah obyek wisata yang cukup menarik bagi kami, karena rute yang ditempuh kereta itu melewati tengah kota dan hanya menempuh jarak kurang lebih 5 Km. Tapi, biayanya cukup mahal; 1 orang Rp 100.000. Wadaaaaaw… Berat di ongkos niy… Akhirnya, niat itu kami urungkan. Nanti saja, kalau ada rejeki lebih, insya Allah.

Walhasil, kurang lebih 3 jam kami diantar Pak Becak ‘berkeliling’ kota Solo, kami mengeluarkan ongkos Rp 70.000. Mahal??? Mmmmm… Mungkin. I dunno, Sir. Dalam perjalanan itu, kami sempat membeli Serabi Solo di pinggir jalan. Cukup lezat untuk dinikmati sebagai pengganjal perut. ^__^

Last… Pukul 19.30, kami berangkat dari Tirtonadi dan baru tiba di rumah, tepat pukul 23.45.

 

 

Sumber gambar

***
..:: LaiQ ::..
Semarang, 19 Februari 2012
10:32
Gak ada foto yang bisa diambil.
NB : Sebaiknya tidak menikmati Kota Solo di malam hari, kecuali jika ingin berwisata kuliner.